Gelar Muktamar V di Jakarta, Wahdah Islamiyah Ajak Ormas Islam Perkuat Sinergi Umat

Gelar Muktamar V di Jakarta, Wahdah Islamiyah Ajak Ormas Islam Perkuat Sinergi Umat

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Makassar — Muktamar V Wahdah Islamiyah yang digelar di Masjid Agung Al-Mabrur, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis, (20/8/26), membawa pesan kuat tentang pentingnya memperkuat persatuan dan sinergi antarormas Islam.

Ketua Dewan Syariah Wahdah Islamiyah, Ustaz Muhammad Yusran Anshar, Lc., M.A., Ph.D., menegaskan bahwa Wahdah Islamiyah terbuka untuk menjalin kerja sama dengan berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam serta elemen bangsa lainnya.

Menurutnya, gerakan dakwah dan pembangunan umat tidak dapat berjalan secara parsial. Semangat kolaborasi atau ta'awun perlu dikedepankan dengan mengesampingkan ego kelompok demi kemaslahatan yang lebih luas.

"Tidak seorang pun di antara kita yang mampu berjalan sendiri dalam perjuangan ini. Kita butuh kolaborasi dan kerja sama, termasuk bersinergi dengan ormas atau unsur lain yang mungkin berbeda dengan kita dalam hal-hal yang sifatnya furu’iyat. Ini adalah bentuk ta’awun ‘alal birri wat taqwa," ujarnya.

Ustaz Yusran juga mengingatkan agar setiap kelompok tidak merasa paling baik atau paling berjasa. Menurutnya, keberagaman potensi antarlembaga dan ormas dapat menjadi kekuatan apabila disinergikan.

Hadirnya tokoh dan narasumber dari lintas ormas serta berbagai latar belakang dalam Muktamar V menjadi bagian dari ikhtiar Wahdah Islamiyah untuk memperluas ukhuwah Islamiyah sekaligus menepis sikap eksklusif.

"Meskipun ada perbedaan dalam hal cabang, kita tetap bisa berkolaborasi dalam kebaikan tanpa harus membenarkan kekeliruan. Tujuan utama kita bersama adalah meraih ridha Allah, bukan kepuasan manusia, dan tentunya semangat persatuan itu harus terus kita gaungkan," tegasnya.

Semangat persatuan tersebut juga tercermin dari kehadiran peserta Muktamar V yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah, KH. Muhammad Zaitun Rasmin, mengatakan kehadiran mereka di Jakarta membutuhkan pengorbanan waktu, tenaga, biaya, hingga pengaturan khusus bagi peserta akhwat yang melakukan perjalanan dengan pendamping mahram.

Dalam arahannya pada Soft Opening Muktamar V, KH Zaitun menegaskan bahwa perjalanan para peserta menuju Muktamar bukan sekadar menjalankan tugas organisasi.

"Ini bukan semata-mata surat tugas, tetapi panggilan tugas. Bahkan ini adalah perjuangan," ujarnya.