Melalui pengetahuan tentang sejarah dan budaya kota, peserta dapat merasa lebih terhubung dengan Kota Makassar, bangga akan warisan budayanya, serta perjuangan Kesaktian Pancasila.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan lomba pengunggahan foto dan video dengan total hadiah jutaan rupiah. Petunjuk lengkap tentang cara mengunggah karya dapat ditemukan di Instagram @basasulsel.
“Ini adalah Wikithon pertama yang dilaksanakan secara offline, diharapkan dapat mendorong partisipasi milenial secara langsung untuk merespons isu-isu sipil di kota mereka, sehingga suara milenial menjadi bagian penting dalam pembangunan dan kesejahteraan kota mereka,” ucap Rachmat Mustamin, Program Coordinator BASASulsel Wiki.
Tentang BASASulsel
Sebuah inisiatif bernama “Meningkatkan Partisipasi Kaum Milenial di Makassar dan Kabupaten Gowa terhadap Isu-Isu publik melalui BASAIbu Wiki” merupakan kerja sama BASABali dan Rumata’ Artspace melalui dukungan Yayasan Botnar, di Swiss memulai program tiga tahun untuk meningkatkan partisipasi warga muda/kaum milenial untuk untuk mendorong keterlibatan aktif anak muda terhadap isu-isu sipil di kota-kota besar.
Keterlibatan anak muda pada isu sipil sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan livability kota tempat tinggal kaum millennial. Keterlibatan anak muda pada isu sipil sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan livability kota tempat tinggal kaum millennial.
Program ini dijalankan dengan kolaborasi dari pakar linguistik, antropologi, pemerintah, seniman, komunitas, pelajar dan masyarakat umum dari dalam dan luar Sulawesi Selatan, yang berkontribusi dan berperan dalam membangun kesadaran untuk melestarikan kembali penggunaan bahasa daerah agar tetap kuat dan berkelanjutan.
Untuk mendapatkan informasi tentang BASASulsel dapat mengunjungi basasulselwiki.org Instagram @BASASulsel. (rls)










