Peserta diajarkan bagaimana meningkatkan dan memanfaatkan sarana yang ada. Keterampilan literasi siswa penyandang disabilitas tuli ini sangat dipengaruhi oleh pola pembelajaran yang digunakan, seperti pola interaksi dengan teman di sekolah, bagaimana menanggapi, hingga kepekaan terhadap sarana pembelajaran yang ada. Dibutuhkan keterampilan ini untuk menyiapkan mereka masuk ke lingkungan yang inklusif.
Materi literasi digital yang diberikan seputar pengenalan internet dan alat digital. Di mana para peserta diajarkan untuk mengenal internet dan alat digital seperti tablet untuk mendukung pembuatan konten foto dan video yang positif untuk media sosial.
Pelatihan serupa sebelumnya telah digelar di Pesantren Disabilitas Tuli Temanggung, Jawa Tengah dan di Komunitas Disabilitas Netra di Yogyakarta, pada pertengahan 2023.
Selain itu, untuk mendukung proses kerja dari pengurus Rumah Quran Isyaroh Bandung, XL Axiata menyalurkan perangkat tablet yang dilengkapi dengan paket data untuk setahun.
Melalui program Gerakan Donasi Kuota (GDK) dari XL Axiata, proses belajar mengajar para santri nantinya akan dilengkapi dengan penyaluran tablet, router, hingga paket data selama satu tahun.
Tidak hanya itu, untuk menunjang operasional pengurus Rumah Quran Isyaroh Bandung, XL Axiata juga memberikan dukungan berupa paket data XL dan AXIS selama satu tahun. Karyawan XL Axiata pun turut aktif berpartisipasi dengan memberikan zakat karyawan yang disalurkan melalui Majelis Taklim XL Axiata (MTXL).
Program Disabilitas Siap Kerja
Sementara itu, mengenai Program Disabilitas Siap Kerja, XL Axiata menggelarpelatihan dan pendampingan bagi penyandang disabilitas untuk meningkatkan kapabilitas hingga siap kerja.
Melalui program ini,XL Axiata ingin memberikandukungan kesiapan kerja yang inklusif bagi para penyandang disabilitas.
Menyediakan lingkungan kerja inklusif yang sesuai dengan prinsip yang dimiliki oleh XL Axiata, yaitu mendukung prinsip Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusivitas(Diversity, Equity, Inclusivity/DEI).










