Pupuk Kaltim Dongkrak Produksi Jagung Maros 140 Persen

Pupuk Kaltim Dongkrak Produksi Jagung Maros 140 Persen

KH
Kamsah Hasan

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Berdasarkan hasil ubinan oleh Pupuk Kaltim bersama penyuluh pertanian pada panen kali ini, menunjukkan produktivitas pada dua titik sampel mencapai 12,8 ton dan 12,6 ton per hektare. Sementara ubinan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produktivitas 11,92 ton per hektare pada lahan yang sama.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Maros Abdul Azis Achmad mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dalam program ini. Menurutnya, keberhasilan panen raya ini menunjukkan bahwa sektor pertanian Maros memiliki potensi besar, jika dikelola secara optimal dan berbasis kemitraan strategis.

"Kami sangat mendukung semangat dan kerja keras para petani jagung di Tompobulu. Hasil hari ini menjadi bukti bahwa pertanian kita semakin berkembang. Pemerintah Kabupaten Maros akan terus melakukan intervensi nyata agar potensi pertanian daerah dapat dimanfaatkan secara optimal," ujar Abdul Azis.

Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Ferizal yang turut hadir pada kesempatan itu menegaskan, kehadiran Kejaksaan merupakan bagian dari pengawalan hukum terhadap program strategis nasional sektor pertanian. Utamanya penyaluran pupuk yang tepat dan sesuai sasaran hingga ke tangan petani, agar produktivitas sektor ini dapat terus dipacu sesuai harapan Pemerintah.

"Kami memastikan pelaksanaan program berjalan efektif, transparan, dan sesuai ketentuan hukum. Sinergi antar lembaga ini penting untuk mendukung ketahanan pangan nasional," kata Ferizal.

Ketua Kelompok Tani Tompo Limbua, Sahabuddin menyampaikan apresiasi atas dukungan Pupuk Kaltim yang telah melakukan pembinaan dan pemberdayaan petani melalui Agrosolution. Peningkatan produktivitas yang dicapai tahun ini pun terbukti jauh lebih signifikan dibanding sebelumnya, sering makin meningkatkan pemahamam petani akan tata kelola lahan dan pemupukan berimbang.

“Pendampingan seperti ini yang selama ini sangat kami harapkan, dan akhirnya mampu meningkatkan hasil produksi dengan signifikan,” ucap Sahabuddin.

Mewakili Pemerintah Daerah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros Jamaluddin, menegaskan jagung merupakan komoditas strategis nasional dan salah satu andalan petani di wilayahnya. Pada 2025, produksi jagung Maros tercatat mencapai 73.384,21 ton, yang tersebar di 14 kecamatan. Kecamatan Tompobulu menjadi kontributor terbesar dengan produksi 35.190,30 ton.

Melihat keberhasilan Agrosolution, dinilai dapat menjadi momentum petani untuk meningkatkan produktivitas melalui pengolahan lahan yang lebih modern, sehingga produktivitas komoditas mampu dipacu dengan lebih optimal.

“Kami harap program Pupuk Kaltim ini terus berkesinambungan, agar makin memotivasi petani dalam meningkatkan produktivitas lahan dan tanaman. Pemkab Maros memiliki komitmen yang sama bagi petani, baik melalui bantuan pertanian maupun pendampingan langsung,” tutur Jamaluddin.(*)