Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk dukungan atas perjalanan panjang yang tidak ringan.
Di hadapan para penguji, Irwan mempresentasikan penelitiannya sebuah karya yang tidak hanya berangkat dari teori, tetapi juga dari realitas yang ia hadapi sebagai kepala daerah.
Dari Data ke Kebijakan
Penelitian yang diangkat Irwan berfokus pada pola hujan dan pengaruh variabel iklim terhadap Daerah Aliran Sungai (DAS), khususnya di wilayah Tabo-Tabo, Kabupaten Pangkep.
Ia mengurai hubungan antara temperatur, kelembaban, dan kecepatan angin terhadap pola hujan sebuah isu yang semakin krusial di tengah perubahan iklim global.
Namun bagi Irwan, riset ini bukan sekadar kewajiban akademik.
“Insya Allah, hasil penelitian ini akan kami terapkan di Luwu Timur. Daerah kita memiliki banyak DAS yang potensial untuk dikembangkan dengan pendekatan serupa,” ujarnya.
Gagasan tersebut mendapat respons positif dari pembimbingnya, Dr. Ir. Mas’ud, yang menilai penelitian ini memiliki daya guna langsung.
“Penelitian ini sangat penting karena berdampak langsung pada sektor pertanian, irigasi, kesehatan, hingga lingkungan hidup,” ungkapnya.
Di titik ini, batas antara akademisi dan praktisi menjadi kabur. Ilmu tidak lagi berhenti di kertas, tetapi bergerak menuju kebijakan.
Pendidikan sebagai Gerakan Bersama
Di balik pencapaiannya, Irwan membawa pesan yang lebih luas: pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi daerah.










