Terkini, Makassar — Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) terus memperkuat kampanye budaya berkendara aman melalui kegiatan edukasi safety riding bagi pelajar.
Bersama Satlantas Polrestabes Makassar, edukasi tersebut digelar di SMKN 40 Makassar pada Selasa, 12 Mei 2026, dengan melibatkan sekitar 50 siswa.
Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan Asmo Sulsel terhadap program Polantas Mappatabe yang diinisiasi Polrestabes Makassar guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas serta menekan angka kecelakaan di jalan raya.
Dalam sesi edukasi, para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan perlengkapan berkendara yang aman, seperti helm, jaket, celana panjang, dan sepatu.
Selain itu, peserta juga mendapatkan materi terkait teknik dasar safety riding dan pentingnya menjaga kondisi tubuh tetap fit serta fokus saat berkendara.
Instruktur safety riding Asmo Sulsel, Wanny, mengatakan keselamatan berkendara harus dimulai dari kesadaran diri setiap pengendara dalam memahami potensi risiko di jalan raya.
“Pengendara harus memahami potensi bahaya di jalan dan selalu mematuhi aturan lalu lintas agar perjalanan lebih aman. Keselamatan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga demi melindungi pengguna jalan lainnya,” ujar Wanny.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi kuis edukatif yang mendapat antusias tinggi dari para siswa.
Sejumlah peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan hadiah berupa apparel eksklusif dari Honda.
Marketing Manager Asmo Sulsel, Antofany Yusticia Ahmadi, menyampaikan bahwa edukasi keselamatan berkendara bagi generasi muda merupakan bagian dari komitmen Honda dalam membangun budaya berkendara yang aman dan bertanggung jawab.
“Edukasi seperti ini penting untuk meningkatkan kesadaran generasi muda agar lebih peduli terhadap keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Kami berharap budaya #Cari_Aman dapat tertanam sejak dini di kalangan pelajar,” kata Yusticia.
Melalui kegiatan tersebut, Asmo Sulsel berharap para pelajar tidak hanya memahami teknik berkendara yang aman, tetapi juga mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah maupun masyarakat.










