BRI Kembangkan 5.245 Desa BRILiaN, Perkuat Kapasitas UMKM dan Ekonomi Desa

BRI Kembangkan 5.245 Desa BRILiaN, Perkuat Kapasitas UMKM dan Ekonomi Desa

KH
Kamsah Hasan

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperluas program pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Program Desa BRILiaN

Program yang menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) tersebut bertujuan meningkatkan kemandirian desa melalui penguatan kapasitas masyarakat, literasi keuangan, serta digitalisasi.

Melalui program ini, BRI memberikan pendampingan kepada pemerintah desa, pelaku usaha, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar mampu mengembangkan potensi ekonomi lokal secara berkelanjutan. 

Pendampingan mencakup pengembangan usaha, pengelolaan keuangan, pemanfaatan layanan perbankan, pengurusan perizinan usaha, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas pemasaran produk.

Secara nasional, hingga kini BRI telah membina 5.245 Desa BRILiaN. Selain itu, BRI melayani 15,6 juta pengguna LinkUMKM dan mengembangkan lebih dari 43 ribu klaster usaha melalui program Klasterku Hidupku sebagai upaya meningkatkan daya saing pelaku UMKM.

Di wilayah kerja BRI Regional Makassar yang meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku, terdapat 528 Desa BRILiaN binaan BRI.

Beberapa desa yang dinilai berhasil mengembangkan potensinya antara lain Desa Tompobulu di Kabupaten Pangkep yang mengoptimalkan potensi pertanian dan mengembangkan produk kuliner berbahan daun kelor. 

Desa Nepo di Kabupaten Barru mengembangkan konsep desa wisata bertajuk Kampung Habibie Kecil dan menjadi salah satu perwakilan unggulan Sulawesi Selatan.

Selain itu, Desa Paccelekang di Kabupaten Gowa menjadi salah satu desa binaan yang aktif mengembangkan potensi ekonomi lokal. Sementara Desa Panincong di Kabupaten Soppeng berhasil masuk dalam daftar 40 Desa BRILiaN terbaik di Indonesia.

Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI Regional Makassar, D. Argo Prabowo, mengatakan program Desa BRILiaN dirancang untuk mendorong inovasi desa sekaligus memperkuat peran BUMDes dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.

"Program pemberdayaan Desa BRILiaN telah berperan dalam mendorong peningkatan ekonomi desa di Indonesia. Program ini merupakan upaya BRI untuk mendorong inovasi berkelanjutan bagi desa dan Badan Usaha Milik Desa," ujar Argo.

Menurut dia, pemberdayaan UMKM tidak hanya berkaitan dengan aktivitas bisnis, tetapi juga upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi desa.

Kepala Desa Nepo, Muhammad Toaha, menilai pendampingan yang dilakukan BRI membantu masyarakat mengembangkan potensi desa, termasuk produk-produk unggulan berbasis sumber daya lokal.

"BRI membantu inovasi dan pengembangan potensi desa yang dimiliki sehingga dapat mendukung ekonomi masyarakat," kata Toaha.

Ia menambahkan, masyarakat Desa Nepo juga mulai memanfaatkan berbagai layanan digital BRI, seperti QRIS, untuk mendukung transaksi usaha. Produk unggulan desa, seperti madu hutan, juga telah memperoleh akses pemasaran melalui Localoka BRI.

Program Desa BRILiaN menyasar berbagai unsur di desa, mulai dari pemerintah desa, pengurus BUMDes, Badan Permusyawaratan Desa, pelaku usaha, hingga penggerak produk unggulan kawasan perdesaan. 

Program ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan desa yang mampu memperkuat ekonomi lokal secara berkelanjutan.