Terkini, Makassar – Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) mengajak masyarakat untuk lebih cermat dalam memilih pelumas sepeda motor dengan selalu memastikan keaslian Oli AHM Asli melalui fitur verifikasi QR Code pada kemasan.
Langkah ini dinilai penting sebagai upaya menghindari peredaran oli palsu yang dapat merugikan konsumen dan berdampak pada performa kendaraan.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul diterbitkannya Surat Peringatan Merek Dagang oleh PT Astra Honda Motor (AHM) yang menegaskan perlindungan terhadap merek pelumas resmi Honda.
Selain melindungi hak kekayaan intelektual perusahaan, langkah tersebut juga bertujuan memberikan kepastian kepada masyarakat agar memperoleh produk yang benar-benar memenuhi standar kualitas Honda.
Sparepart Manager Astra Motor Sulawesi Selatan, Hadi Naruha, mengatakan proses pemeriksaan keaslian produk sangat mudah dilakukan oleh setiap konsumen sebelum menggunakan pelumas.
"Cara paling mudah adalah dengan melakukan scan QR Code pada kemasan. Hasil verifikasi hanya akan muncul melalui website resmi ahm.to. Jika hasilnya tidak mengarah ke situs tersebut, konsumen harus lebih waspada karena bisa jadi produk tersebut bukan oli asli Honda," ujar Hadi.
Ia menuturkan, masyarakat sebaiknya tidak menjadikan harga murah sebagai satu-satunya pertimbangan saat membeli pelumas.
Menurutnya, penggunaan oli yang tidak asli berpotensi menurunkan performa mesin, mempercepat keausan komponen, bahkan dapat memengaruhi usia pakai kendaraan dalam jangka panjang.
"Penggunaan oli asli tidak hanya menjaga performa mesin tetap optimal, tetapi juga membantu mempertahankan umur pakai komponen mesin sesuai standar yang telah dirancang Honda," tambahnya.
Selain memanfaatkan fitur verifikasi QR Code, Hadi juga mengimbau konsumen untuk membeli pelumas hanya melalui jaringan dealer Honda dan AHASS resmi.
Dengan demikian, keaslian produk lebih terjamin sekaligus memberikan rasa aman bagi pengguna sepeda motor Honda.
Asmo Sulsel berharap edukasi mengenai cara mengenali pelumas asli dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilih produk berkualitas.
Langkah tersebut juga diharapkan mampu menekan peredaran oli palsu sekaligus menciptakan ekosistem otomotif yang lebih sehat, aman, dan memberikan perlindungan maksimal bagi konsumen.










