Berdasarkan informasi yang diterimanya, Ustaz Zaitun juga menyebut adanya sebagian warga Palestina yang mendukung Zionis sehingga memperumit situasi di Gaza. Karena itu, ia berharap persoalan tersebut menjadi perhatian dalam pembahasan komisi pada Pra Muktamar maupun Muktamar V.
"Kita berharap dengan adanya Pra Muktamar dan Muktamar Wahdah Islamiyah ada sesuatu yang penting dan signifikan untuk membantu saudara-saudara kita di Gaza Palestina. Ini duka kita semua," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa perhatian terhadap perjuangan bangsa Indonesia tidak boleh mengurangi kepedulian terhadap penderitaan rakyat Palestina.
"Walaupun kita dalam muktamar ini menghadapi banyak persoalan yang harus kita bahas untuk negeri kita tercinta, namun kita tidak melupakan saudara-saudara kita di Gaza Palestina," katanya.
Sementara itu, Ketua Harian Panitia Muktamar V Wahdah Islamiyah, Ustadz Rahmat Abdurrahman, menjelaskan bahwa Pra Muktamar diselenggarakan untuk membahas dan merumuskan draft materi yang akan diputuskan dalam Muktamar V.
Menurutnya, forum tersebut mendiskusikan 13 materi utama serta Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) program kerja dan anggaran agar pelaksanaan muktamar berlangsung lebih efektif, efisien, dan menghasilkan keputusan yang matang.
Pra Muktamar V Wahdah Islamiyah mengusung tema "Memantapkan Konsolidasi dan Meningkatkan Kolaborasi Menuju Indonesia Berkah." Melalui forum ini, Wahdah Islamiyah berharap dapat memperkuat persatuan, menyatukan visi perjuangan dakwah, serta melahirkan rekomendasi yang memberi manfaat bagi umat, bangsa, termasuk dalam upaya memperkuat kepedulian terhadap Palestina.










