UNM Perkenalkan E-HADIROH, Presensi Digital untuk SIT Albanin Makassar

UNM Perkenalkan E-HADIROH, Presensi Digital untuk SIT Albanin Makassar

KH
Kamsah Hasan

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dosen Jurusan Teknik Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar memperkenalkan sistem presensi digital E-HADIROH di Sekolah Islam Terpadu (SIT) Albanin Makassar, Jumat, 7 Agustus 2026.

Aplikasi berbasis Progressive Web App (PWA) itu dirancang untuk menggantikan pencatatan kehadiran guru dan staf yang sebelumnya dilakukan secara manual menggunakan kertas.

Ketua Tim PKM Dosen UNM, Mustamin, mengatakan sistem manual membuat proses rekapitulasi kehadiran membutuhkan waktu 12-16 jam kerja setiap bulan. Sistem tersebut juga dinilai rentan terhadap kerusakan data dan kecurangan.

"E-HADIROH menghadirkan solusi digital yang mengintegrasikan validasi lokasi berbasis GPS menggunakan algoritma Haversine, verifikasi wajah berbasis Fuzzy Logic, serta fitur pengajuan izin secara digital," kata Mustamin dalam kegiatan pelatihan di Ruang Pertemuan SIT Albanin.

Menurut dia, penerapan E-HADIROH dapat memangkas waktu rekapitulasi kehadiran hingga 90 persen. Pimpinan sekolah juga dapat memantau kehadiran dan kedisiplinan pegawai secara langsung melalui dasbor interaktif.

Tim pengabdian itu juga beranggotakan Ir. Fitrah Asma Darmawan, S.Pd., M.Pd., IPM., dan Sirwan, S.Pd., M.Pd.

Kepala SD IT Albanin, Dr. Dwi Purnama Soiswaty, S.T., M.T., menyambut penerapan sistem tersebut. Dia mengatakan digitalisasi presensi membantu mengurangi beban administrasi guru dan staf.

Menurut Dwi, E-HADIROH memiliki keunggulan karena tidak mengharuskan pengguna mengunduh aplikasi berukuran besar dari toko aplikasi. Guru dan staf dapat memasangnya melalui peramban pada telepon pintar.

"Ini membuat tata kelola administrasi sekolah menjadi jauh lebih efektif, transparan, dan teratur," ujar Dwi.

Pelatihan diikuti belasan guru, staf bendahara, dan pengelola sekolah. Peserta tidak hanya menerima sosialisasi, tetapi juga mempraktikkan presensi secara langsung di lokasi maupun saat bekerja dari rumah.

Tim UNM turut menguji fitur pengajuan izin dan meminta peserta mengisi kuesioner System Usability Scale (SUS) untuk mengukur kemudahan dan kenyamanan penggunaan aplikasi.

Mustamin berharap E-HADIROH dapat digunakan secara berkelanjutan di SIT Albanin dan menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi digital dalam tata kelola lembaga pendidikan di Makassar.