UNM Pasang Pompa Tenaga Surya untuk Petani Jeneponto

UNM Pasang Pompa Tenaga Surya untuk Petani Jeneponto

KH
Kamsah Hasan

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id — Petani hortikultura di Desa Gunung Silanu, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, kini menggunakan sistem pompanisasi dan penyiraman berbasis energi surya. Teknologi ini dipasang untuk mengatasi keterbatasan distribusi air di lahan perkebunan yang berada di kawasan perbukitan.

Sistem tersebut diterapkan oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Diseminasi Hasil Penelitian Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Makassar (LP2M UNM) dari Fakultas Teknik pada 2 September 2026.

Tim pengabdian terdiri atas Ir. Fitrah A. Darmawan, S.Pd., M.Pd., IPM. sebagai ketua tim, serta Akmal Hidayat, S.Pd., M.Pd., dan Ganggang Canggi Arnanto, S.Pd., M.Pd.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan Kelompok Tani Jihad Desa Gunung Silanu, mulai dari menentukan sumber air, memetakan jalur distribusi, menentukan lokasi tandon dan panel surya, hingga memasang dan menguji sistem.

Teknologi itu memanfaatkan panel surya sebagai sumber listrik untuk menggerakkan pompa submersible di dalam sumur. Listrik dari panel dioptimalkan melalui pengendali Maximum Power Point Tracking (MPPT) sebelum digunakan untuk mengoperasikan pompa.

Air dari sumur dipompa menuju tandon yang dipasang pada rangka setinggi sekitar enam meter. Panel surya ditempatkan di bagian atas rangka, tepat di atas tandon. Posisi itu memungkinkan panel mendapat paparan matahari sekaligus membantu melindungi tandon dari hujan dan panas langsung.

Dari tandon, air dialirkan melalui pipa induk ke jaringan pipa yang membentang di lahan hortikultura. Katup pengatur dipasang pada sejumlah cabang untuk mengatur aliran berdasarkan zona. Air kemudian disebarkan melalui sprinkler pada titik-titik penyiraman.

Dengan sistem ini, penyiraman tidak sepenuhnya bergantung pada tekanan pompa. Tandon berfungsi sebagai penampung sekaligus penyangga distribusi air sebelum dialirkan ke lahan.

Hasil uji fungsi menunjukkan pompa dapat mengangkat air dari sumur ke tandon. Air kemudian mengalir melalui jaringan pipa dan mengaktifkan sprinkler. Sistem tersebut digunakan untuk membantu penyiraman lahan secara terjadwal pada pagi dan sore hari.

Ketua tim pengabdian, Fitrah A. Darmawan, mengatakan penggunaan energi surya ditujukan untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap bahan bakar minyak dalam menjalankan pompa. Sistem distribusi juga diharapkan mengurangi pekerjaan manual dalam memindahkan air ke lahan.

Selain memasang perangkat, tim memberikan pelatihan kepada Kelompok Tani Jihad Desa Gunung Silanu.

"Petani dilibatkan dalam pengoperasian pompa, pengaturan aliran air, pemeriksaan pipa dan sprinkler, serta pengecekan panel surya," kata Fitrah.

Tim juga menyediakan panduan operasional atau SOP dan membentuk tim Operation & Maintenance dari unsur kelompok tani. Tim tersebut bertugas melakukan pemeriksaan dan pemeliharaan sistem.

Program ini merupakan bagian dari PKM Diseminasi Hasil Penelitian LP2M UNM 2026. Pelaksana berharap teknologi tersebut dapat digunakan secara berkelanjutan untuk mendukung pengelolaan air di lahan hortikultura perbukitan.