Terkini.id, Makassar - Kabupaten Barru menjadi salah satu desa pilihan dalam program KKN Tematik Gelombang 110 Unhas dengan tema Pengembangan Teknologi Peternakan.
Tema ini didominasi oleh mahasiswa peternakan dan secara keseluruhan terdiri dari 26 mahasiswa. Titik lokasi khusus yang dipilih ialah Desa Palakka dan Desa Tompo.
Masing-masing posko dikoordinir oleh koordinator desa, Alkindi Fajri Halim di posko 1 Desa Palakka dan Imam Hanafi di posko 2 Desa Tompo.
Dalam melihat problematika yang terjadi di masyarakat, mahasiswa KKNT berusaha merumuskan masalah dengan teliti mengingat ini adalah kali pertama tema tersebut diangkat di kab. Barru.
Sapi menjadi hewan ternak yang dikembangbiakkan di kedua lokasi karena perawatannya yang terbilang cukup mudah. Namun, siapa sangka bahwa di balik itu kesehatan sapi justru terancam.
“Cuman sapi yang bisa diternak di sini karena gampang dirawat, kalau ayam agak susah karena di sini panas, butuh biaya besar lagi. Sapi kan bisa dilepas, cari makan sendiri, tapi rentan juga dapat penyakit,” tutur salah satu warga lokal.
Seminar program kerja dilaksanakan di dua lokasi, yakni Desa Palakka dan Desa Tompo pada Jumat, 14 Juli dan dihadiri oleh kepala desa, dosen pembimbing KKNT, Bhabinkamtibmas, ketua BPD, ketua LPM, ketua PKK, Babinsa, kepala dusun, ketua RT, tokoh agama, masyarakat, perempuan, dan tokoh pemuda se-desa Palakka dan Tompo.
“Saya berharap adik-adik mahasiswa ini membuat proker yang bermanfaat bagi masyarakat karena sudah banyak mahasiswa KKNT yang mengabdi di sini tapi tidak ada dampak,” harap pak Subur, Ketua BPD Desa Palakka.
Dari hasil observasi yang dilakukan, beberapa hewan ternak terkena penyakit karena lingkungannya yang kurang bersih.
Sehingga pada seminar proker lalu, mahasiswa KKNT menawarkan tiga proker utama, yaitu pembuatan eco enzim, pembuatan kompos, dan pemeriksaan kesehatan hewan untuk menanggulangi potensi timbulnya penyakit dan mengurangi penyebarannya.
“Nantinya pemeriksaan hewan tidak hanya sekadar diperiksa, tetapi juga diberi vaksinasi untuk mengurangi penyebaran penyakit,” jelas Alkindi saat seminar.
Kegiatan vaksinasi ini bekerja sama dengan dinas peternakan kab. Barru, dokter hewan kab. Barru, dan Maiwa Breeding Center (MBC) Unhas serta diselenggarakan secara gratis.
Dalam praktiknya, pembuatan kompos akan digabung dengan proker penyuluhan manajemen kesehatan hewan ternak sebagai proker tambahan posko 1 untuk meningkatkan informasi dan pengetahuan peternak dalam hal manajemen kesehatan.
Sehingga, penanganan pertama dapat dilakukan jika ada hal yang tidak diinginkan terjadi.
“Ini adalah proker yang sangat bagus, saya harap dapat dimaksimalkan dengan baik mengingat saat ini banyak sekali hewan ternak yang terkena penyakit. Mungkin limbah jagung, padi, dan kacang juga bisa dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk,” lugas Marala menyarankan.
Lebih lanjut, lelaki yang menjabat sebagai kepala Desa Palakka tersebut menyarankan untuk tidak membuat banyak program kerja untuk menghindari ketidakmaksimalan proker utama.
Selain itu, Desa Palakka juga memiliki potensi menjadi desa wisata karena terdapat banyak air terjun dan gunung sehingga salah satu proker tambahan yang ditawarkan mahasiswa posko 1 adalah Ekspos Desa Wisata.
Tak hanya itu, posko 2 juga memiliki proker pembuatan silase sebagai proker tambahan dengan memanfaatkan limbah hijauan dan limbah ternak yang dihasilkan.
Hal ini dapat mengurangi pencemaran lingkungan sehingga penyakit tidak mudah menyerang hewan ternak.
“Kami juga menawarkan program kerja peningkatan dan pemeliharaan prasarana desa di desa Palakka dan desa Tompo sebagai peremajaan kembali prasarana di kedua desa,” tutup Imam, koordinator desa Tompo. (rilis).










