Shelter Warga di Lorong Wisata Bantu Korban Kekerasan: Pendampingan dan Perlindungan Efektif

Shelter Warga di Lorong Wisata Bantu Korban Kekerasan: Pendampingan dan Perlindungan Efektif

KH
Kamsah Hasan

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Makassar - Kasus kekerasan yang terus menjadi tantangan di Indonesia, khususnya di kota-kota besar, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Makassar.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar telah mengambil langkah strategis dengan membentuk shelter warga.

Shelter warga, yang telah beroperasi sejak tahun lalu, kini mencapai jumlah 85 di berbagai lorong, termasuk lorong wisata, yang tersebar di beberapa kelurahan di Kota Makassar. Langkah ini diambil untuk memberikan penanganan dan perlindungan kepada korban kekerasan.

Kepala DPPPA Kota Makassar, Achi Soleman, menjelaskan bahwa shelter ini melibatkan relawan dari masyarakat setempat yang siap memberikan penanganan dan pendampingan kepada korban.

"Kehadiran shelter warga terbukti efektif dalam memberikan dukungan emosional kepada individu yang mengalami masalah," kata Achi, Jumat, 3 November 2023.

Salah satu keberhasilan mencolok shelter ini adalah kemampuannya memberikan pendampingan emosional kepada korban, seperti ibu-ibu yang datang dalam keadaan cemas. Mereka dapat menemukan dukungan dan empati di shelter, menciptakan lingkungan di mana korban merasa didengar.

Dalam upayanya meningkatkan layanan, Achi mengungkapkan rencananya untuk menambah jumlah shelter di setiap kelurahan di Kota Makassar. Selain itu, ia berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas para relawan dalam penanganan kasus kekerasan.

Berdasarkan data DPPPA Kota Makassar, hingga saat ini, mereka telah menangani 450 kasus kekerasan di Kota Makassar.

Kekerasan seksual pada anak mendominasi, dengan korban perempuan menjadi mayoritas. Achi mengakui tren peningkatan kasus kekerasan seksual menjadi perhatian serius, menggantikan dominasi kekerasan fisik yang kini turun ke urutan kelima dalam dua tahun terakhir.

"Kasus kekerasan seksual ini menjadi alarm bagi kita di kota Makassar," ungkap Achi.