Pemerintah Kota Makassar telah melakukan berbagai langkah, termasuk melalui program Bangga Kencana yang melibatkan berbagai instansi dan mitra kerja. Namun, Andi Arwin menilai pelaksanaan program ini masih perlu lebih terpadu.
“Kita perlu menyatukan semua program di bawah satu payung kebijakan agar hasilnya lebih maksimal,” ujarnya.
Untuk mempercepat penurunan stunting, Pemerintah Kota Makassar mengeluarkan kebijakan yang melibatkan instansi swasta seperti hotel, restoran, dan bank.
“Kami telah bekerja sama dengan sektor swasta dan semua pihak untuk membantu penanganan stunting, karena ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah,” tutur Andi.
Salah satu program unggulan yang diperkenalkan dalam festival ini adalah DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting), yang berfokus pada pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting. Program ini memanfaatkan sumber daya lokal untuk memastikan asupan gizi yang terjangkau. “Kita bisa memanfaatkan bahan pangan lokal yang lebih murah, tapi tetap bergizi,” kata Andi.
Andi Arwin juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pangan lokal dalam peningkatan gizi keluarga.
“Makanan sehat tidak harus mahal. Dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal, kita bisa mengolah makanan bergizi untuk keluarga,” terangnya.
Fams Festival 2024 juga menjadi platform untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keluarga berkualitas dalam penurunan angka stunting.
“Kami berharap festival ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan kualitas keluarga,” katanya.
Menutup sambutannya, Andi Arwin menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan festival ini.










