Gandeng Pusdal LH Suma, LPLHI Sulsel dan RQIQ Gelar Bimtek Minimisasi Sampah Lingkungan Ponpes dan Masjid

Gandeng Pusdal LH Suma, LPLHI Sulsel dan RQIQ Gelar Bimtek Minimisasi Sampah Lingkungan Ponpes dan Masjid

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini HPSN dilakukan melalui aksi nyata di delapan lokasi berbeda. Hal itu untuk membangun semangat bersama dalam menyelesaikan masalah sampah. Dengan tema “Kolaborasi untuk Indonesia Bersih,” kegiatan HPSN tahun ini berfokus pada upaya pengelolaan sampah yang dapat berkontribusi nyata dalam mencapai target pengelolaan sampah secara nasional.

Rangkaian kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, serta elemen masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari 8 (delapan) Aksi Peduli Sampah Nasional (Asta) 2025 di berbagai lokasi, antara lain pantai, gunung, mangrove, desa, pesantren, pasar, sekolah, dan kampus.

Mengutip greeners.co, Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Rosa Vivien Ratnawati mengatakan, HPSN merupakan kegiatan konkret yang bertujuan untuk menangani sampah secara serius, mulai dari hulu hingga hilir.

Rencana awal Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku, Dr. Azri Rasul, SKM.,M.Si.,M.H menyampaikan welcome speech. Karena ada kegiatan lain, sambutan sekaligus membuka acara diwakili oleh Kepala Bidang Wilayah III, Suwardi, STP.

Pembacaan ayat Al quran dilantunkan oleh santri RQIQ, Abdurrahman, mengawali kegiatan Bimtek.

Materi pertama membahas, Konservasi dan Pengelolaan Air Limbah disajikan oleh Sudarwin Ka’pan, S.Si.,M.Si (Salah seorang Pendiri Yayasan Cahaya Quran, Makassar. Pembina Rumah Quran Ibnu Qudamah).

Sudarwin menuturkan bahwa, konservasi air merupakan upaya yang meliputi perlindungan, pelestarian, pemeliharaan, penjagaan, penghematan, efisiensi air yang sangat penting diterapkan dilingkungan ponpes dan masjid.

“Pengolahan air limbah di lingkungan ponpes dan masjid adalah hal yang urgent dalam menjaga lingkungan tetap bersih, sehat, dan konservatif. Konservasi dan pengolahan air dapar dilakukan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi secara intensif,” kata Sudarwin yang tercatat sebagai Pengawas Lingkungan Hidup Ahli Madya pada Gakkum Sulawesi.

Materi tak kalah menarik perhatian peserta yakni Produksi Sabun Cair dan Upaya Minimisasi Sampah disajikan oleh Syamsudariadi selaku pendiri UMKM Ulga Agro dan W-Kling.