Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIX, Sinatriyo Danuhadiningrat dalam sambutannya menjelaskan Gau Maraja merupakan festival budaya besar yang digagas oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulawesi Selatan (BPNB Sulsel) sejak tahun 2018 yang kini Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX.
Ini sebagai sebuah platform multi-event kolaboratif untuk membangun jejaring ekosistem budaya aktif di wilayah Sulawesi Selatan.
Gau Maraja juga menjadi ajang pelestarian alam, seni, budaya, dan makanan tradisional yang dapat membangkitkan kesenian lokal sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga adat dan kearifan lokal demi kesejahteraan bersama.
Dia juga mengatakan festival ini diselenggarakan secara rutin dengan lokasi berbeda. Dimana sebelumnya sudah digelar di Centre Point of Indonesia, Kota Makassar tahun 2019, di Pantai Akkarena, Kota Makassar tahun 2020, di Benteng Rotterdam, Kota Makassar tahun 2022, di Kabupaten Soppeng tahun 2023, di Kabupaten Barru – 2024 dan tahun ini akan digelar di Kabupaten Maros.
“Singkatnya, Gau Maraja adalah festival budaya besar yang menggabungkan seni pertunjukan, pelestarian budaya, dan pengembangan ekonomi kreatif yang bertujuan memperkuat identitas budaya Sulawesi Selatan dan mempromosikannya secara luas,” jelasnya.
Untuk tahun ini, Gau Maraja Leang-Leang Maros bertemakan “Leang-Leang Maros Sebagai Gerbang Peradaban Awal dan Manusia Purba” dengan slogan “Leang-Leang Goes to Megadiversity” hal ini sesuai dengan keinginan Bapak Menteri Kebudayaan yang menyerukan untuk menggaungkan nama Leang-Leang Maros dalam bentuk pendukungan kita untuk Gua-Gua Prasejarah di Maros-Pangkep menuju warisan budaya dunia.
Dia juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Maros, DPRD Maros, beserta pemerhati budaya Kabupaten Maros yang telah bekerja keras dalam menyukseskan kegiatan ini nantinya.
“Kami berkomitmen memberikan kontribusi secara maksimal dalam kegiatan ini,” singkatnya.
Sedangkan Ketua Umum Perkumpulan Wija Raja La.Patau Matanna Tikka (PERWIRA LPMT) Muhammad Sapri Andi Pamulu, Ph.D dalam sambutannya sebagai inisiator mewakili komunitas menyampaikan ucapan terima.kasih kepada semua pihak yang berkolaborasi dalam event terbanyak organ adat, budaya dan seni yang terlibat sepanjang Gau Maraja dihelat.
Menurutnya, Maros terpilih sebagai tuan rumah tentu tak lepas dari konsistensi Pemkab Maros yang senantiasa mendukung kegiatan-kegiatan pemajuan kebudayaa.










