Bank Mandiri Jaga Fundamental di 2025, Kredit Tumbuh Dua Digit

Bank Mandiri Jaga Fundamental di 2025, Kredit Tumbuh Dua Digit

KH
Kamsah Hasan

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Akselerasi layanan digital menjadi salah satu penopang utama kinerja Bank Mandiri sepanjang 2025. Pada segmen ritel, aplikasi Livin’ by Mandiri mencatat 37,2 juta pengguna hingga akhir tahun, tumbuh 27 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Akuisisi pengguna baru mencapai sekitar 25 ribu per hari.

Livin’ by Mandiri dirancang sebagai super app yang mengintegrasikan layanan transaksi harian, pembukaan rekening digital, QRIS, tabungan multicurrency, hingga produk investasi dan gaya hidup.

Bank menilai peningkatan transaksi digital berkontribusi langsung pada penghimpunan dana murah dan pendapatan berbasis komisi.

Pada segmen wholesale, Kopra by Mandiri menjadi tulang punggung layanan digital korporasi. Platform ini menyediakan layanan cash management, pembiayaan rantai pasok (value chain financing), hingga trade finance untuk transaksi domestik dan internasional.

“Digitalisasi kami arahkan untuk memperkuat ekosistem transaksi nasabah, baik ritel maupun korporasi, sekaligus mendukung fungsi intermediasi secara berkelanjutan,” ujar Riduan.

Kualitas Aset dan Laba

Dari sisi risiko, kualitas aset Bank Mandiri relatif terjaga. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross berada di level 0,96 persen pada akhir 2025, di bawah rata-rata industri perbankan nasional.

Bank Mandiri membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp56,3 triliun sepanjang 2025. Pendapatan bunga bersih mencapai Rp106 triliun, sementara pendapatan non-bunga tumbuh 14,5 persen menjadi Rp48,5 triliun, didorong aktivitas transaksi dan layanan berbasis ekosistem.

Manajemen menyebut diversifikasi pendapatan menjadi strategi untuk menjaga ketahanan kinerja jangka panjang, terutama di tengah dinamika suku bunga dan volatilitas global.

Dukungan Program Pemerintah