Sebagai bank milik negara, Bank Mandiri tetap memainkan peran dalam program prioritas pemerintah. Sepanjang 2025, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp41 triliun kepada sekitar 360 ribu pelaku UMKM.
Bank Mandiri juga terlibat dalam pembiayaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui 147 mitra pelaksana, serta penguatan ekonomi desa melalui pengelolaan ribuan rekening koperasi desa dan badan usaha milik desa (BUMDes).
Dalam 25 tahun terakhir, Bank Mandiri telah membagikan dividen kumulatif sebesar Rp225 triliun. Pada 2025, dividen yang dibagikan mencapai Rp52,5 triliun. Kontribusi pajak secara akumulatif sejak 2000 hingga 2025 tercatat Rp277 triliun, dengan setoran pajak sekitar Rp27 triliun pada 2025.
Agenda Keberlanjutan
Di bidang keberlanjutan, portofolio pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun hingga akhir 2025, terdiri dari pembiayaan hijau Rp166 triliun dan pembiayaan sosial Rp150 triliun. Pangsa pasar pembiayaan hijau bank ini diklaim melampaui 35 persen di antara bank besar nasional.
Bank Mandiri menargetkan Net Zero Emission untuk operasional pada 2030 melalui efisiensi energi, penggunaan kendaraan listrik, dan panel surya. Upaya tersebut turut memperbaiki peringkat ESG Risk Rating Bank Mandiri ke kategori negligible risk dengan skor 9,5 versi Sustainalytics.
“Keberlanjutan menjadi fondasi strategi bisnis kami agar pertumbuhan tetap menciptakan dampak ekonomi dan sosial,” kata Riduan.










