Ia berharap para santri yang mengikuti kegiatan ini kelak dapat menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara finansial, tetapi juga mampu mengelola keuangan dengan prinsip syariah yang berlandaskan nilai-nilai kebaikan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dewan Pembina SPIDI Female Boarding School dan SADIQ, M. Safwan, serta Regional CEO PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Makassar, Sukma Dwie Priardi.
Dalam kesempatan yang sama, Sukma Dwie Priardi menilai edukasi seperti ini sangat penting mengingat tingkat literasi masyarakat terhadap layanan keuangan syariah masih perlu terus ditingkatkan.
Ia menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya memahami produk dan layanan yang tersedia di perbankan syariah. Oleh karena itu, kolaborasi antara lembaga pendidikan, regulator, dan industri keuangan menjadi kunci dalam memperluas pemahaman masyarakat.
Melalui kegiatan edukasi ini, OJK berharap para santri tidak hanya memahami konsep keuangan syariah secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kebiasaan menabung hingga pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab.
Ke depan, OJK bersama berbagai pemangku kepentingan akan terus memperluas program literasi dan inklusi keuangan syariah secara lebih masif di berbagai lapisan masyarakat, khususnya di lingkungan pesantren dan lembaga pendidikan.
Upaya ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem keuangan syariah nasional sekaligus melahirkan generasi muda yang melek finansial, mandiri secara ekonomi, dan berpegang pada nilai-nilai syariah.










