Terkini, Bulukumba — Prestasi membanggakan kembali diraih dunia pendidikan madrasah di Sulawesi Selatan.
Herry Setiawan, guru mata pelajaran Ekonomi di MAN 2 Bulukumba, resmi terpilih sebagai Duta Guru Rupiah Sulawesi Selatan 2026.
Penobatan tersebut dilakukan dalam rangkaian Bootcamp Duta Guru Rupiah yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Bank Indonesia Wilayah Kalimantan Timur. Kegiatan berlangsung di Novotel Balikpapan pada 22 hingga 25 April 2026 lalu.
Herry terpilih setelah melalui proses seleksi ketat dan masuk dalam 20 peserta terbaik yang mewakili berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Kepala MAN 2 Bulukumba, Muhammad Anas, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.
Ia menilai terpilihnya guru Ekonomi sebagai Duta Rupiah merupakan sinergi yang tepat dalam memperkuat literasi keuangan.
“Kami sangat bangga atas prestasi Bapak Herry Setiawan. Sebagai guru Ekonomi, beliau memiliki pondasi kuat untuk mengedukasi literasi keuangan. Ini adalah capaian yang membawa nama baik madrasah,” ujarnya.
Ia menambahkan, peran sebagai Duta Guru Rupiah tidak hanya menjadi simbol prestasi, tetapi juga amanah untuk menyebarluaskan pemahaman tentang pentingnya mata uang nasional sebagai bagian dari kedaulatan bangsa.
“Kami berharap ilmu yang diperoleh selama bootcamp dapat ditularkan kepada siswa dan masyarakat, sehingga semakin banyak yang mencintai, bangga, dan memahami Rupiah,” tambahnya.
Program Duta Guru Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah merupakan inisiatif Bank Indonesia untuk menunjuk guru sebagai agen perubahan di bidang literasi keuangan.
Para duta diharapkan mampu menanamkan nilai kecintaan terhadap Rupiah sekaligus mendorong perilaku transaksi yang bijak di era digital.
Selama kegiatan di Balikpapan, peserta mengikuti Training of Trainers (ToT) serta berbagi praktik baik dalam mengedukasi masyarakat.
Ke depan, Herry Setiawan berencana mengimplementasikan program edukasi melalui metode storytelling kepada siswa serta sosialisasi penggunaan sistem pembayaran digital seperti QRIS.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa tenaga pendidik madrasah memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi keuangan nasional serta memperkuat pemahaman masyarakat terhadap pentingnya Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.










