Terkini, Gowa — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gowa meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi fenomena El Nino yang diprediksi berdampak signifikan di Indonesia tahun ini.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, potensi El Nino berada pada kategori cukup tinggi dan berpotensi memicu musim kemarau lebih panjang di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Gowa.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gowa, Wahyudin, mengatakan bahwa dampak perubahan suhu akibat El Nino mulai dirasakan di sejumlah daerah.
Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kekeringan hingga cuaca panas ekstrem.
“Beberapa dampak yang bisa terjadi seperti kebakaran hutan dan lahan, krisis air bersih, gangguan hasil pertanian, dan kesehatan,” ujar Wahyudin pada Sabtu 2 Mei 2026.
Ia menambahkan, kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026, sehingga diperlukan langkah antisipatif secara terukur dan berkelanjutan.
Langkah Antisipasi BPBD
BPBD Gowa telah menyiapkan sejumlah strategi mitigasi untuk mengurangi risiko bencana akibat El Nino. Salah satunya adalah kemungkinan penetapan status siaga darurat kekeringan apabila kondisi semakin memburuk.
Selain itu, BPBD juga akan melakukan patroli rutin di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan, kemudian menyediakan distribusi air bersih di wilayah terdampak kekeringan ekstrem, mengintensifkan koordinasi dengan lintas sektor.
Koordinasi tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk PDAM, pemerintah desa dan kelurahan, serta instansi teknis terkait.










