Terkini, Maros — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopurindag) menggelar pelatihan pemasaran digital berbasis Artificial Intelligence (AI) bagi 100 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komunikasi dan Digital Republik Indonesia dan dilaksanakan di Gedung Baruga Pemkab Maros, Kamis (30/4/2026).
Pelatihan secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, yang menegaskan pentingnya transformasi digital di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.
“Persaingan saat ini semakin ketat. Kalau masih menggunakan cara manual, tentu akan sulit berkembang. Karena itu, pengusaha UMKM perlu menambah metode pemasaran melalui digital,” ujar Muetazim.
Ia menjelaskan, pemanfaatan teknologi digital memungkinkan pelaku usaha menjangkau pasar yang lebih luas tanpa terbatas ruang dan waktu.
“Dengan pemasaran digital, kita bisa menjangkau pasar yang lebih luas tanpa harus menunggu event atau tempat ramai,” tambahnya.
Dorong Legalitas dan Strategi Tepat
Muetazim juga mengingatkan pentingnya legalitas usaha, khususnya kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), agar pelaku UMKM dapat terdata dan memperoleh dukungan maksimal dari pemerintah.
Menurutnya, saat ini sekitar 6.000 UMKM telah terdaftar di PTSP Kabupaten Maros, yang menunjukkan pertumbuhan sektor usaha yang cukup pesat.
Selain itu, ia menekankan pentingnya strategi pemasaran yang tepat agar produk tidak salah sasaran.










