Dalam pemaparannya, Prof. Aidir Amin Daud membagikan pengalamannya dalam mendigitalisasi layanan hukum, termasuk keberhasilannya memangkas biaya verifikasi partai politik hingga 98,5 persen guna menciptakan birokrasi yang lebih efisien dan transparan.
Ia juga mengapresiasi dokumentasi 101 inovasi CPNS Bulukumba yang dikemas dalam bentuk majalah. Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan wajah birokrasi modern yang kreatif dan menarik.
“Inovasi adalah kunci untuk menerabas kelambanan administrasi. Kreatif itu penting dan jangan pernah menyerah pada situasi,” ujar Prof. Aidir.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Bagian Umum Pusjar SKMP Lembaga Administrasi Negara Makassar, Zulchaidir. Ia menyebut PINISI 24 sebagai pameran inovasi CPNS pertama dan satu-satunya di Indonesia.
Menurutnya, melihat kualitas dan dampak kegiatan tersebut, LAN Makassar berkomitmen menjadikan PINISI 24 sebagai percontohan nasional bagi daerah lain dalam merancang aktualisasi Pelatihan Dasar CPNS di masa mendatang.
Kegiatan PINISI 24 diharapkan menjadi tonggak lahirnya kultur birokrasi yang lebih adaptif, inovatif, serta berorientasi pada pelayanan publik yang prima sesuai core values ASN BerAKHLAK.










