“Pada tahun 2026, BKN menargetkan pembinaan terhadap 643 instansi dengan fokus pada delapan aspek utama, termasuk manajemen talenta, pengembangan kompetensi, dan digitalisasi manajemen ASN,” ungkapnya.
Prof. Zudan menegaskan bahwa pengembangan karier ASN harus tetap berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap norma dan regulasi kepegawaian.
“Kepastian karier harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap norma dan standar manajemen ASN. Karena itu pembinaan dan pengawasan akan terus kami lakukan secara konsisten,” katanya.
Di sisi lain, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menilai penerapan talent pool akan membantu pemerintah daerah meningkatkan efektivitas organisasi dan efisiensi birokrasi.
“Manajemen talenta membuat proses pengisian jabatan lebih efisien karena tidak membutuhkan proses lelang yang panjang. Ada efisiensi waktu, anggaran, dan politik,” ujarnya.
Kegiatan ekspose tersebut diikuti oleh 11 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Momentum ini juga menjadi catatan penting karena Sulawesi Selatan menjadi provinsi pertama yang melaksanakan ekspose manajemen talenta di luar kantor pusat BKN.
Turut hadir mendampingi Bupati Gowa dalam kegiatan tersebut, Kepala BKPSDM Kabupaten Gowa, Indra Said.










