Minimnya kehadiran ayah dalam pengasuhan dapat memengaruhi kondisi psikologis anak, mulai dari rendahnya rasa percaya diri hingga potensi terlibat dalam kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba.
“Seorang ayah bukan hanya pencari nafkah, tetapi juga harus menjadi teladan, sahabat, dan pendamping tumbuh kembang anak. Kehadiran ayah dalam kehidupan anak sangat menentukan pembentukan karakter dan mental anak,” ujar Andi Ayatullah Ahmad.
Sementara itu, Ketua TP PKK Bulukumba Andi Herfida Muchtar mengajak para orang tua untuk membangun komunikasi yang baik dengan anak sejak dini serta meluangkan waktu berkualitas bersama keluarga.
“Ayah atau suami harus berbagi peran pengasuhan anak dalam keluarga. Jangan hanya dibebankan kepada istri,” katanya.
Kepala DP2KBP3A Bulukumba Andi Mappatunru Asnur menambahkan, kegiatan Sekolah Siaga Kependudukan yang dirangkaikan dengan sosialisasi GATI merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membangun keluarga berkualitas dan memperkuat pola pengasuhan dalam keluarga.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Bulukumba berharap kesadaran para ayah untuk terlibat aktif dalam pendidikan dan pengasuhan anak semakin meningkat sehingga dapat melahirkan generasi yang sehat, berkarakter, dan berkualitas.










