Andi Alya Inar Putri dari Universitas Hasanuddin dinobatkan sebagai Best Hustler IndonesiaNEXT 2026, sementara Nur Hisma dari Universitas Negeri Makassar berhasil masuk Top 24 talenta digital terbaik nasional.
Terkini, Makassar – Talenta muda Sulawesi Selatan kembali mengukir prestasi di tingkat nasional. Mahasiswi Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Hasanuddin (Unhas), Andi Alya Inar Putri, berhasil meraih predikat Best Hustler IndonesiaNEXT 2026, program pengembangan talenta digital yang diselenggarakan Telkomsel. Selain itu, Nur Hisma, mahasiswa Jurusan Teknik Informatika dan Komputer Universitas Negeri Makassar (UNM), turut mencatatkan prestasi dengan masuk dalam jajaran Top 24 Talenta Digital Terbaik IndonesiaNEXT 2026.
Prestasi tersebut diumumkan dalam ajang IndonesiaNEXT Summit 2026 yang menjadi puncak rangkaian program IndonesiaNEXT tahun ke-10 di M Bloc Space Simpati 5G - Jakarta (4/9). Mengusung tema "AI Driven Digital Talents", program ini membekali mahasiswa dengan kompetensi kecerdasan artifisial (AI), pengalaman industri, serta kolaborasi lintas disiplin untuk menghasilkan solusi digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.
Manager Mobile Consumer GTM and Channel Partnership Telkomsel Region Sulawesi, Magdalena Irawati Ovi mengatakan, “Kami bangga mahasiswa dari Sulawesi Selatan mampu bersaing dan menunjukkan kompetensinya di tingkat nasional. Prestasi yang diraih Andi Alya Inar Putri dan Nur Hisma membuktikan bahwa talenta digital dari Sulawesi memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari ekosistem digital Indonesia di masa depan. Dengan melayani sepenuh hati, kami berharap upaya kami melalui IndonesiaNEXT dapat membuka kesempatan luas bagi generasi muda untuk ikut memajukan Indonesia.”
Sejak dimulai pada April 2026, IndonesiaNEXT diikuti 8.916 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Melalui serangkaian tahapan seleksi, pelatihan, sertifikasi kompetensi, hingga digital hackathon, program ini menyaring 24 talenta digital terbaik yang terbagi dalam delapan tim dengan peran Hacker, Hipster, dan Hustler. Setiap tim memadukan tiga peran pengembangan produk digital, yaitu Hacker sebagai pengembang teknologi, Hipster sebagai perancang pengalaman pengguna, dan Hustler sebagai pengelola produk serta model keberlanjutan.
Sebelum Summit, para peserta mengikuti offline bootcamp pada 1–3 September 2026 untuk mempelajari ekosistem AI Telkomsel, proses pengembangan produk, kolaborasi lintas peran, etika profesional, perlindungan data, dan teknik presentasi, serta melihat langsung lingkungan kerja industri teknologi
Pada IndonesiaNEXT Summit 2026, delapan tim terbaik mempresentasikan solusi yang dinilai berdasarkan pemahaman masalah, kebutuhan pengguna, kualitas purwarupa, serta kelayakan penerapan dan keberlanjutannya. Kemudian sembilan finalis terbaik, yang terdiri dari tiga Hacker, tiga Hipster, dan tiga Hustler, mempresentasikan kompetensi, kontribusi, kepemimpinan, rekam dampak, dan pandangan mereka mengenai masa depan teknologi Indonesia.
Solusi yang dipresentasikan para finalis mengangkat beragam isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari kesehatan mental, peningkatan kompetensi tenaga penjualan, pengelolaan limbah, pengembangan kepercayaan diri melalui AI coaching, hingga optimalisasi sektor pangan dan perikanan melalui teknologi berbasis AI.
Berdasarkan keputusan dewan juri yang terdiri dari sejumlah industry expert, Telkomsel menetapkan Scenaria sebagai Best Team yang terdiri dari Atha Azzahra Khairun Nisa (Universitas Brawijaya) sebagai Hipster, Wahyu Oktiansyah (Telkom University) sebagai Hustler, dan Putera Nami Shiddieqy (Universitas Sumatera Utara) sebagai Hacker. Berdasarkan penilaian juri, Scenaria dinilai sebagai solusi paling unggul dalam menjawab kebutuhan industri melalui pemanfaatan AI yang relevan dan berpotensi diterapkan secara nyata.
Best Hacker:
- Putera Nami Shiddieqy, Universitas Sumatera Utara (USU)
- Muanai Khalifah Revindo Purba, Universitas Sriwijaya
- Reno Syaelendra, Universitas Trunojoyo










