Terkini, Lutim — Setiap tanggal 8 Maret, dunia memperingati Hari Perempuan Sedunia. Bagi sebagian orang, hari ini mungkin hanya terlihat sebagai sebuah peringatan tahunan.
Namun bagi banyak perempuan, terutama para ibu dan kader PKK hari ini menyimpan makna yang jauh lebih dalam: ruang untuk berhenti sejenak, merenungkan perjalanan panjang perempuan, sekaligus mengingat kembali betapa besar peran mereka dalam kehidupan.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu Timur, dr. Ani Nurbani Irwan, M. Kes (MARS), memaknai Hari Perempuan Sedunia sebagai momentum refleksi sekaligus penguatan peran perempuan di berbagai ruang kehidupan.
Menurutnya, perempuan memiliki kontribusi yang sangat besar, baik di dalam keluarga maupun di tengah masyarakat.
“Hari Perempuan Sedunia bukan sekadar peringatan, tetapi juga pengingat bahwa perempuan memiliki peran penting dalam membentuk masa depan keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Bagi dr. Ani, para ibu adalah fondasi utama dalam kehidupan keluarga. Di balik aktivitas sehari-hari yang sering terlihat sederhana, perempuan sebenarnya memegang peran strategis dalam membentuk karakter generasi masa depan.

Di dalam rumah, perempuan tidak hanya mengurus kebutuhan keluarga, tetapi juga menjadi pendidik pertama bagi anak-anaknya. Dari tangan para ibu, nilai-nilai kehidupan ditanamkan, sementara dari perhatian dan keteladanan mereka, karakter anak-anak dibentuk.
“Peran itu mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya sangat besar bagi masa depan masyarakat,” kata dr Ani yang juga anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan ini.
Di sisi lain, peringatan Hari Perempuan Sedunia juga menjadi momentum penting bagi para kader PKK.
Di berbagai desa dan kelurahan, kader PKK menjadi penggerak yang menghadirkan berbagai program pemberdayaan perempuan di tingkat akar rumput.










