Ia juga berharap perempuan Indonesia ke depan semakin berani mengambil peluang dan mengejar cita-cita besar tanpa rasa takut akan kegagalan.
Dukungan dari sistem dan kebijakan yang lebih inklusif juga dinilai penting agar perempuan memiliki kesempatan yang sama dalam pendidikan, pekerjaan, maupun kepemimpinan.
Dalam konteks pemberdayaan masyarakat, PKK juga terus berupaya mendorong lahirnya perempuan-perempuan yang mandiri secara ekonomi.
Melalui kelompok usaha berbasis potensi lokal, perempuan didorong untuk meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus memperkuat peran mereka dalam kehidupan sosial dan ekonomi.
Bagi dr. Ani, perubahan besar sering kali dimulai dari langkah-langkah kecil. Dari rumah, dari desa, dan dari perempuan-perempuan yang bekerja dengan ketulusan setiap hari.
“Ketika perempuan diberdayakan, keluarga menjadi lebih kuat, dan masyarakat pun ikut berkembang,” ujarnya.
Karena itu, Hari Perempuan Sedunia bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang mengingat bahwa dari rumah dan desa, perempuan terus menyalakan perubahan bagi masa depan.










