Bulukumba Bidik Predikat Kabupaten Sangat Inovatif Lewat IGA Award 2026

Bulukumba Bidik Predikat Kabupaten Sangat Inovatif Lewat IGA Award 2026

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Bulukumba — Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Badan Perencanaan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Coaching Clinic Penginputan Aplikasi Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026 di Ruang Kahayya, Lantai 4 Gedung Pinisi, Selasa lalu.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 aparatur sipil negara (ASN) yang terdiri atas perwakilan masing-masing dua orang dari seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan 10 kecamatan se-Kabupaten Bulukumba.

Coaching clinic ini bertujuan mempercepat proses pendokumentasian sekaligus penginputan data inovasi daerah yang valid dan berkualitas guna meningkatkan Indeks Inovasi Daerah (IID) Kabupaten Bulukumba.

Kegiatan dipandu Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Bulukumba, Anugrahwati Husain, serta menghadirkan narasumber Dr. Abd. Rahman Ramlan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Bonto Tiro, Andi Endang Darwis.

Dalam sesi diskusi interaktif, sejumlah CPNS memaparkan gagasan inovasi yang kemudian melahirkan momentum peluncuran program PINISI 24, yakni gerakan yang menghimpun 101 inovasi aktualisasi dari CPNS baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bulukumba.

Dr. Abd. Rahman Ramlan mengapresiasi lahirnya ratusan inovasi tersebut dan menilai hal itu sebagai modal penting dalam penguatan budaya inovasi daerah.

“Semangat dari rekan-rekan CPNS ini adalah energi baru bagi Bulukumba. Kita akan kawal agar aktualisasi diri ini bertransformasi menjadi inovasi yang berkelanjutan dan memberikan dampak luas bagi pelayanan publik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bapperida Bulukumba, A. Irma Darmayanti, menegaskan bahwa inovasi tidak hanya dipandang sebagai kewajiban administratif, tetapi menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas pelayanan publik.

Ia mengungkapkan, sepanjang tahun 2026 Bulukumba telah mendaftarkan 22 inovasi untuk mengikuti ajang internasional, termasuk Guangzhou Award dan OECD-OPSI.

“Ide yang brilian tidak akan terlihat jika tidak didukung oleh pendokumentasian yang baik. Kami berharap seluruh peserta mengikuti pendampingan ini dengan serius agar skor Indeks Inovasi Daerah kita meningkat,” kata Irma.