"Jangan pernah merasa kita kecil, justru yang membuat kita besar adalah diri kita sendiri," pesan Kasubag Tata Usah Setditjen PHLHK.
Tatkala ditanya soal penerapan pengawasan internal kearsipan ke seluruh Balai dan Seksi, Yuli menjelaskan bahwa pengawasan internal tersebut untuk saat sekarang baru di tingkat pusat, kedepan tim Arsiparis Setdit akan melakukan pengawasan terhadap pengolahan arsip di Balai.
"Untuk Makassar (Gakkum Sulawesi) sudah lumayan ya, meskipun masih banyak yang harus dibenahi, karena terbilang baru, memberikan rasa orang, apa ya, mau mengelola arsip saja kita sudah seneng, memang ini bukan hal yang mudah. Kami tidak akan langsung mengadop seperti penilaian pengawasan di ANRI, tapi kita memberi pelajaran dulu ke UPT. Jadi pengawasan-pengawasan kearsipan internal untuk tahun ini baru memberi penilaian-penilaian untuk pembenahan, kedepannya. Tidak menutup kemungkinan tahun berikutnya akan diikut sertakan terkait penilaian resmi," tuturnya.
Apakah dalam waktu dekat tim Arsiparis Setdit akan turun ke UPT atau membagi format pengawasan internal kearsipan ke UPT supaya seragam, Yuli Yanti menuturkan, pihaknya akan rapat internal dulu dengan Arsiparis untuk membuat Juknisnya ataupun tata caranya pengawasannya.
"Bisa jadi kami lakukan pada Triwulan kedua. Hari ini kita lakukan sosialisasi, sampai bulan Maret, kita bikin pedoman-pedomannya," ungkapnya.
Terkait nasib-nasib Arsiparis KLHK yang belum Diklat, padahal mempunyai Pusdiklat sendiri, Kepala Sub Bagian TU Setditjen PHLHK, menuturkan Jabatan Fungsional Arsiparis sendiri binaan dari ANRI, bukan dari KLHK, teman-teman bisa menghubungi Arsiparis Madya Setditjen Bu Finy untuk mengetahui informasi Diklat Jabatan Fungsional Arsiparis.
"Dari segi pembiayaan memang besar, perlu support dari segi anggaran, tapi itu bukan satu alasan, kami akan bicarakan dengan tim Pokja Kepegawaian terkait pengembangan kapasitas Jabfung-jabfung yang ada di Gakkum, khususnya Jabfung Arsiparis," pungkasnya.
Setelah kegiatan ini, Kasubag TU Setditjen berharap agar teman-teman semakin tertarik untuk menjadi Arsiparis.
"Apa ya, asyik loh, karena dibutuhkan ketekunan, komitmen, sosialisasi ini titik beratnya bukan hanya di Jabfung Arsiparis, tapi seluruh ASN, Tata Naskah Dinas itu kan nggak harus Arsiparis, sesuai konseptor yang memahami terkait tata persuratan. Dari sosialisasi ini kami harapkan teman-teman bisa membawa informasi ke daerah masing-masing, memberikan dampak bahwa ada kaedah-kaedah yang memang diharuskan diikuti dalam cara penulisan tata naskah dinas," ujarnya.
"Kalian hebat, kalian harus lebih berdaya guna untuk berkomitmen tinggi terkait Arsiparis," kunci Yuli Yanti, Kasubag Tata Usaha Setditjen PHLHK.









