KLHK Dukung Terciptanya Green Generation, Generasi Muda Peduli Lingkungan

KLHK Dukung Terciptanya Green Generation, Generasi Muda Peduli Lingkungan

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Pola Pendidikan seperti ini sangat baik dan sejalan dengan upaya pemerintah dan masyarakat dalam menyiapkan para pemimpin baik di tingkat lokal, nasional, dan iinternasional yang aktif berjuang menyelamatkan bumi, termasuk berjuang dalam mewujudkan keadilan iklim, sekaligus menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap upaya melindungi tumpah darah dan segenap bangsa sesuai tujuan nasional kita.

Melalui sambutan tertulisnya, Menteri LHK Siti Nurbaya menjelaskan, Kementerian LHK sejak awal mendukung berbagi inisiatif yang melibatkan partisipasi generasi muda secara bermakna.

Salah satunya dengan memberi dukungan penuh terhadap Pendidikan Green Leadership Indonesia dan Pendidikan Green Youth Movement yang melahirkan Green Ambassador.

Pada tahun 2023, bersama ratusan Simpul Belajar dari seluruh Indonesia, kita telah melantik 1.992 Green Ambassador dari 1.068 sekolah di 34 provinsi yang hari ini telah melakukan banyak kerja-kerja inisiatif di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Lanjut Siti menjelaskan, Pemerintah cq. KLHK juga telah memberikan kesempatan kepada dua orang Green Ambassador untuk mengikuti agenda konferensi perubahan iklim COP 28 di Dubai. Sebuah apresiasi kepada Green Heroes untuk menyampaikan cerita baik yang telah dilakukan di lingkungannya kepada dunia.

"Saya juga menerima informasi tentang meluasnya gerakan hijau oleh Green Ambassador di Aceh, Bali, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Papua, NTB, dan banyak tempat lainnya. Inisiatif Green Ambassador untuk mendukung pelestarian lingkungan hidup seperti melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, terlibat aktif pada kegiatan aksi bersih dan penanaman serentak serta kegiatan-kegiatan lainnya," ujar Siti Nurbaya.

"Saya sangat percaya keterlibatan Generasi Muda Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim akan memberikan inspirasi dan daya dorong bagi negara-negara lain untuk juga bertindak lebih sungguh-sungguh dalam menurunkan emisi dan menjalankan seluruh kesepakatan internasional yang
telah dibuat dengan lebih cepat dan signifikan," katanya.

Sebuah studi yang dilakukan oleh United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun 2019 menunjukkan bahwa 70% kaum muda sangat peduli terhadap isu perubahan iklim. Sejalan dengan perhatian kaum muda terhadap isu lingkungan, banyak negara di dunia telah melibatkan orang muda dalam dialog kebijakan, dan memiliki kesadaran tentang pelibatan orang muda dapat menghasilkan kebijakan yang lebih responsif serta inovatif terhadap tantangan lingkungan saat ini.

Isu keanekaragaman hayati dan ekowisata pun tidak luput dari minat para generasi muda. Menurut survei MDPI, sebanyak 94 dari 188 siswa/i menyukai isu keanekaragaman hayati.

"Orang muda ini tentu akan menjadi nyala api yang terang dan dapat membawa harapan dimana bumi dapat melewati krisis ini dengan selamat. Kita memiliki keyakinan bahwa generasi muda peserta GYM memiliki dan dapat memelihara sikap optimis atau yang biasa disebut Climate Optimism, yaitu mengakui kemajuan yang sudah dibuat dalam menghadapi perubahan iklim, dan mengakui ada tantangan yang dihadapi. Pendidikan GYM ini fokus pada solusi yang menginspirasi generasi muda untuk ikut serta dalam upaya penanganan lingkungan," harap Menteri Siti.