Dari Rantau untuk Butta Panrita Lopi: Jejak Kepedulian Warga KM Bulukumba Lewat Qurban Bersama

Dari Rantau untuk Butta Panrita Lopi: Jejak Kepedulian Warga KM Bulukumba Lewat Qurban Bersama

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Bulukumba - Di tengah hiruk-pikuk kehidupan perantauan, ada satu hal yang rupanya tetap terjaga kuat dalam diri warga Bulukumba: rasa pulang. Bukan sekadar pulang secara fisik, tetapi pulang dalam bentuk kepedulian, kebersamaan, dan keinginan untuk terus berbagi kepada kampung halaman.

Semangat itulah yang kembali terlihat dalam program Qurban Bersama ke-VI yang digelar Kerukunan Masyarakat Bulukumba (KM Bulukumba) pada momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Mengusung tema “Semangat Berkorban untuk Kemaslahatan Umat”, sebanyak 13 ekor sapi kurban disalurkan ke sejumlah desa di Kabupaten Bulukumba, Rabu (27/5/2026).

Hewan-hewan kurban itu bukan hanya menjadi simbol ibadah, tetapi juga lambang eratnya ikatan emosional warga Bulukumba di rantau dengan tanah kelahirannya.

Bagi masyarakat penerima, kehadiran daging kurban membawa kebahagiaan tersendiri. Namun lebih dari itu, program tersebut menghadirkan pesan bahwa mereka tidak pernah benar-benar sendiri.

Ada saudara-saudara di perantauan yang tetap mengingat kampung halaman, meski terpisah jarak dan kesibukan.

Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, mengapresiasi konsistensi KM Bulukumba yang selama enam tahun berturut-turut melaksanakan program sosial keagamaan tersebut.

Menurut bupati yang akrab disapa Andi Utta itu, qurban bersama menjadi bukti kuat bahwa solidaritas warga Bulukumba tetap hidup dan terjaga, di mana pun mereka berada.

“Ini membuktikan bahwa ikatan persaudaraan warga Bulukumba tetap kuat meskipun berada jauh dari daerah asal. Semangat berbagi dan kepedulian sosial yang ditunjukkan oleh Kerukunan Masyarakat Bulukumba patut menjadi teladan,” ujarnya.

Bagi Andi Utta, bantuan sapi kurban yang disalurkan bukan semata soal jumlah hewan atau besarnya bantuan, melainkan tentang ketulusan warga rantau yang terus memikirkan masyarakat di kampung halaman.