BRI Raup Laba Rp31,2 Triliun pada Semester I 2026

BRI Raup Laba Rp31,2 Triliun pada Semester I 2026

KH
Kamsah Hasan

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Di tengah ekspansi tersebut, sejumlah indikator risiko dan efisiensi BRI mengalami perbaikan. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan turun dari 3 persen pada triwulan II 2025 menjadi 2,9 persen pada periode yang sama tahun ini.

Cost of credit juga membaik dari 3,4 persen menjadi 3,1 persen. Adapun cost of fund bank only turun dari 3 persen menjadi 2,4 persen.

Rasio biaya terhadap pendapatan atau cost to income ratio turut turun dari 41,9 persen menjadi 39,2 persen.

BRI juga mencatat kenaikan tingkat pengembalian aset atau return on asset yang berada di kisaran 2,7 persen. Sementara return on equity meningkat dari 16,6 persen menjadi 18,8 persen.

Hery mengatakan perbaikan sejumlah indikator tersebut merupakan bagian dari transformasi bisnis yang dijalankan perseroan melalui program BRIVolution Reignite.

Transformasi itu diarahkan pada penguatan pendanaan murah, perbaikan bisnis inti, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru. BRI antara lain memperluas ekosistem transaksi digital melalui BRImo, QRIS, dan jaringan AgenBRILink.

Perseroan juga melakukan penguatan bisnis mikro melalui penyempurnaan proses bisnis, peningkatan kapasitas tenaga pemasar atau mantri, serta pengelolaan risiko yang lebih rinci.

"Fokus kami adalah memastikan BRI memiliki mesin pertumbuhan yang semakin terdiversifikasi, sehat, berkualitas, dan berkelanjutan," kata Hery.

Selain pembiayaan, BRI melanjutkan program pemberdayaan bagi pelaku UMKM. Hingga Juni 2026, program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5.700 desa.

Program Klasterku Hidupku menjangkau lebih dari 44 ribu kelompok usaha. Sementara platform LinkUMKM telah digunakan sekitar 17,3 juta pelaku UMKM dan program Rumah BUMN melibatkan sekitar 596 ribu pelaku usaha.