Selanjutnya, penyerahan tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum dijadwalkan pada 27 Februari 2025.
Kepala Sub Direktorat Pencegahan, Sigit Himawan, menyatakan, kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya pengawasan dan sinergi antar instansi dalam menjaga kelestarian satwa di Indonesia.
"Untuk mencegah kejadian serupa terulang, kami akan terus meningkatkan kerja sama dengan instansi terkait, baik di tingkat pusat maupun daerah. Penguatan pengawasan di lapangan, terutama di kawasan-kawasan yang rentan terhadap perdagangan satwaliar ilegal, menjadi prioritas kami. Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa tindakan penegakan hukum dilakukan secara efektif dan berkelanjutan, demi menjaga warisan alam kita bagi generasi mendatang," ujar Sigit Himawan.
Kepala BKSDA Sulawesi Utara, Askhari Dg. Masikki, menyatakan dukungannya terhadap proses hukum yang dilakukan oleh Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Sulawesi.
"Kami mendukung penuh proses hukum yang berjalan dan akan terus meningkatkan pengawasan peredaran tumbuhan dan satwa liar (TSL) bersama Gakkum Kehutanan dan Balai Karantina, dan para pemangku kepentingan lainnya. Kami juga mengucapkan terima kasih atas kolaborasi yang telah terbangun dalam upaya menanggulangi peredaran TSL ilegal di Sulawesi Utara," ungkap Askhari.
Sementara itu, Kepala Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Sulawesi, Aswin Bangun, menegaskan bahwa penanganan kasus ini mencerminkan komitmen kuat Gakkum Kehutanan dalam memberantas segala bentuk kejahatan di bidang kehutanan, khususnya perdagangan satwa liar yang dilindungi.
"Perdagangan ilegal satwa liar bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga ancaman serius terhadap kelestarian biodiversitas yang menjadi fondasi keseimbangan ekosistem. Gakkum Kehutanan memiliki mandat yang jelas untuk menindak tegas setiap bentuk kejahatan dibidang kehutanan, termasuk kejahatan terhadap satwa dilindungi," terang Aswin Bangun.
Ia menambahkan bahwa penanganan kasus ini menunjukkan bahwa tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan untuk bersembunyi.
"Kami akan terus memperkuat strategi dalam penegakan hukum, meningkatkan sinergi lintas sektor, serta mengoptimalkan teknologi untuk membongkar jaringan kejahatan yang terorganisir," ujar Aswin.
"Komitmen kami adalah memastikan bahwa hukum ditegakkan tanpa kompromi demi melindungi kekayaan hayati Indonesia untuk generasi yang akan datang," tegasnya.









